LPM UIT Lirboyo Kediri Gelar Bedah Instrumen APS BAN-PT 5.1 untuk Prodi BKI

Suluk Watermark (5)

Bagikan

Kediri – Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri menggelar kegiatan “Bedah Instrumen APS BAN-PT 5.1 pada Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam (BKI)” pada Senin, 5 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Senat UIT Lirboyo Kediri mulai pukul 10.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Kegiatan bedah instrumen merupakan bagian dari upaya institusi dalam memperkuat sistem penjaminan mutu internal sekaligus mempersiapkan Program Studi BKI menghadapi proses akreditasi yang menggunakan instrumen terbaru dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Melalui kegiatan ini, LPM berupaya memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada pengelola program studi terkait standar, indikator, serta strategi pemenuhan kriteria dalam instrumen APS BAN-PT 5.1.

Ketua LPM UIT Lirboyo Kediri, Drs. H. Abd. Halim Mustofa, M.HI, dalam penyampaiannya menegaskan bahwa kegiatan bedah instrumen ini menjadi langkah strategis dalam membangun kesadaran mutu di lingkungan akademik. Menurutnya, akreditasi tidak hanya dipandang sebagai kewajiban administratif, tetapi sebagai momentum evaluasi menyeluruh terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.

“Bedah instrumen ini bertujuan agar seluruh pengelola program studi memahami secara detail indikator-indikator dalam APS BAN-PT 5.1. Dengan pemahaman yang baik, kita dapat menyiapkan dokumen akreditasi secara lebih sistematis, terukur, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh BAN-PT,” ujar Abd. Halim Mustofa.

Ia juga menambahkan bahwa proses akreditasi menuntut adanya kerja kolektif dari berbagai pihak di lingkungan perguruan tinggi. Oleh karena itu, sinergi antara program studi, fakultas, dan LPM menjadi kunci utama dalam memastikan seluruh standar mutu dapat dipenuhi secara optimal.

Menurutnya, salah satu tantangan dalam proses akreditasi adalah bagaimana program studi mampu menunjukkan bukti kinerja yang nyata, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Oleh sebab itu, kegiatan seperti bedah instrumen ini penting untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana setiap indikator dalam instrumen akreditasi dapat diterjemahkan ke dalam praktik pengelolaan program studi.

Dalam forum diskusi tersebut, peserta juga membahas berbagai aspek penting yang menjadi fokus penilaian dalam APS BAN-PT 5.1, mulai dari tata kelola program studi, kualitas sumber daya manusia, proses pembelajaran, hingga luaran tridarma perguruan tinggi. Para peserta secara bersama-sama mengkaji bagaimana data dan dokumen pendukung dapat disiapkan secara akurat dan terintegrasi.

Lebih lanjut, Abd. Halim Mustofa menegaskan bahwa LPM akan terus melakukan pendampingan kepada setiap program studi di lingkungan UIT Lirboyo Kediri agar proses penjaminan mutu berjalan secara berkelanjutan. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya mutu yang kuat di lingkungan universitas.

“Kami di LPM berkomitmen untuk terus mendampingi program studi dalam proses peningkatan mutu. Harapannya, setiap program studi tidak hanya siap menghadapi akreditasi, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas akademik yang unggul dan berdaya saing,” tambahnya.

Kegiatan Bedah Instrumen APS BAN-PT 5.1 pada Program Studi BKI diharapkan dapat memperkuat kesiapan institusi dalam menghadapi proses akreditasi sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola akademik di UIT Lirboyo Kediri. Dengan adanya pemahaman yang lebih mendalam terhadap instrumen akreditasi, Program Studi BKI diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Scroll to Top